Jumat, 23 Mei 2014

DERIC ( Depok Reptile Amphibi Community )

MENGENALKAN KARAKTER

              REPTIL DAN AMFIBI


 Komunitas DERIC kerap diminta berbagai pengetahuan tentang reptil dan amfibi di sekolah-sekolah.

Terbentuk 2009 dengan nama awal KEPARAD, (Kesatuan Pecinta Reptil dan Amfibi Depok), komunitas pecinta hewan ini lahir dalam kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan sosialisasi seputar hewan reptil dan amfibi. Komunitas inipun berkeinginan mengubah paradigma umum masyarakat yang menganggap hewan-hewan ini berbahaya. Bahkan mereka berpendapat Reptil adalah Makhluk ciptaan Tuhan yang juga memiliki hak untuk hidup.

Tahun 2010 lalu, komunitas ini "berganti kulit" dan  mengusung nama baru, DERIC (Depok Reptil Amphibi Community). Para pelestari reptil dan amfibi ini selalu mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan dan menjaga alam sekitar dengan memperkenalkan hewan ini secara langsung.

Ternyata, dalam memelihara reptil lebih mudah dibandingkan dengan hewan lainnya. Seperti Ular yang hanya perlu diberikan makan seminggu sekali dan buang airnya pun seminggu setelah diberi makan. Tanggapan mereka diantaranya,bahwa Anggapan Masyarakat yang menilai hewan ini berbahaya adalah salah besar. Jika kita sudah mengenalnya, berbagai macam jenis reptil bisa ditanganidengan baik. Kita harus cari tahu jenis dan habitatnya di mana saja, serta memahami karakter hewan tersebut. Saat ini anggota DERIC pun sudah memilik beragam jenis reptil dan amfibi, seperti Ular, Buaya, Biawak, Kura-kura hingga Kadal.


Komunitas yang sudah memiliki  60  orang anggota ini kerap melakukan sosialisasi dengan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan jenis hewan ini. Alasan mengapa mereka lebih memilih anak-anak karena pola pikir mereka yang masih bersih dan jika memasukkan minset positif mengenai reptil dan amfibi akan lebih mudah mengarahkannya dibandingkan dengan anak remaja. Diharapkan dengan adanya pengetahuan seperti ini, bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap reptil dan amfibi. Dengan demikian ekosistem dan rantai makanan kehidupan tidak terputus hanya karena sebuah stereotip mengenai hewan-hewan tersebut.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar