Selasa, 27 Mei 2014

Tari Topeng yang tersingkirkan



Tarian asli kota Depok yang kian memprihatinkan



Tak banyak yang tahu, bila kota depok ternyata memiliki kekayaan kesenian tradisional, khususnya seni tari. Akibatnya kekayaan seni lokal inipun kian terlupakan. Derasnya serbuan kesenian modern serta tidak adanya perhatian dari pemerintah kota DEPOK, kian menguburkan seni Tari Topeng Cisalak yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat DEPOK pada masa lampau.

Tari Topeng Cisalak merupakan tarian yang sudah muncul dan berkembang sejak lama. Tarian ini dipelopori oleh dua orang tokoh -Djiun dan Mak Kinang- yang sebelumnya menggeluti Tari Topeng Ubrug dan pertama kalinya diperkenalkan pada tahun 1918 dan disebut Tari Topeng Kinang.

Tari Topeng Cisalak sendiri banyak dipengaruhi oleh Tari Topeng Ubrug yang merupakan pemisahan dengan Topeng Blantek yang artinya topeng tidak beraturan atau tidak sama persis dengan topeng aslinya. Secara Administratif kesenian ini sebetulnya berasal dari daerah Cimanggis-DEPOK. Dalam pementasannya pun menggunakan Waditra (alat musik) dan nyanyian khas sunda. Namun tampaknya tidak keliru jika dikatakan Topeng Betawi, Karena dalam penampilannya pun masih menggunakan dialek khas Betawi.

Tarian ini sendiri sekarang sudah mulai menghilang dari kesadaran budaya warga DEPOK. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan budaya asli DEPOK, serta minimnya dukungan dari pemerintah untuk mensosialisasikan tarian asal kota Belimbing Dewa tersebut. Kini kondisi para seniman Topeng Cisalak semakin mengkhawatirkan selain kurangnya minta para generasi penerus akan seni tradisi leluhur, mereka juga tidak dapat dukungan dari pihak pemerintah.
Tari Topeng



Tidak ada komentar:

Posting Komentar