Jumat, 23 Mei 2014

GADIS CABE-CABEAN PUN MULAI MERAMAIKAN KOTA DEPOK


Pendidikan adalah salah satu cara untuk memerangi fenomena cabe-cabean

 
Fenomena cabe-cabean yang melanda gadis-gadis belia di banyak kota besar telah mengundang keprihatinan dari banyak pihak.Entah siapa yang memelopori istilah ini, namun situs Hai online
menyebutkan istilah cabe-cabean awalnya lebih dikaitkan dengan perempuan-perempuan muda yang ada di arena balapan motor liar. Di arena balap liar, Cabe-cabean dijadikan sebagai hadiah taruhan para pemalap liar. Mungkin lantaran penampilannya yang Hot alias berani meskipun masih dibawah umur, istilah inipun dilekatkan pada mereka.


Belakangan, cabe-cabean tidak hanya berkeliaran di arena balap liar. Tempat-tempat seperti mall atau klub malam pun mulai mereka rambah. Di depok misalnya, setidaknya beberapa spot yang menjadi favorit bagi mereka berkumpul. Dikawasan kota kembang Grand Depok City, dan lapangan RRI, Sukmajaya. Selain keduanya merupakan tanah lapang yang luas, kawasan tersebut juga jauh dari pengawasan lingkungan setempat. Terlebih di malam hari, penerangan jalan sangat minim di sana. Selain lokasi tersebut, ada pun lokasi yang terbuka dan ramai yang menjadi favorit mereka yaitu Mall Detos

Setelah ditelusuri,Kehidupan para cabe-cabean ini, awalnya memang mungkin mereka masih cuek dan enggan / masa bodoh dengan pandangan negatif masyarakat terhadap mereka tapi lambat laun, mereka mulai menyadari hal ini tidaklah benar.

Gara-gara terlena menjalani kehidupan malam sebagai gadis cabe-cabean, banyak dari mereka yang putus sekolah dengan terpaksa, padahal tinggal menghitung bulan untuk mendapatkan ijzah mereka. Merekapun harus rela kehilangan kegadisannya di usia yang sangat belia.

Itulah potret kehidupan di sekitar kita, sangat disayangkan generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa malah merusak bangsa dan masa depan mereka sendiri. bahkan di kota depok tercinta ini.

Mungkin Pemerintah pun harus ikut turut tangan untuk memberikan edukasi ,lebih banyak edukasi kepada mereka tentang permasalahan ini.Dan mungkin dengan penambahan jam pendidikan untuk pendididikan Agama yang utam terkait dengan moral,dan yang terpenting bagaimana hal ini dapat dilakukan dengan efektif. Fenomena cabe-cabean merupakan tanggung jawab semua pihak, orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah.


1 komentar: